Utinews.id – Sebuah pesawat tempur milik United States Air Force dilaporkan mengaktifkan kode darurat 7700 saat melintas di kawasan Timur Tengah, Jumat, (3/4/2026) Pukul 18.00 (waktu setempat).
Pesawat tersebut diketahui merupakan F-16 Fighting Falcon varian CJ (Wild Weasel) dengan callsign WARHWK1.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang beredar, jet tempur tersebut terdeteksi berada di ketinggian sekitar 33.100 kaki dengan kecepatan mencapai 360 knot sebelum akhirnya mengalihkan rute. Pesawat juga tercatat memiliki nomor registrasi 16-0361.
Kode transponder 7700 merupakan sinyal darurat umum dalam dunia penerbangan yang menunjukkan adanya situasi serius di dalam pesawat. Dalam kondisi ini, pilot biasanya meminta prioritas penuh untuk melakukan pendaratan darurat di bandara terdekat.
Sumber data menunjukkan bahwa pesawat tersebut kemungkinan akan melakukan pendaratan darurat di wilayah Arab Saudi, yang dikenal memiliki sejumlah pangkalan udara strategis dan fasilitas pendukung militer bagi sekutu Amerika Serikat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak militer terkait penyebab kondisi darurat tersebut. Namun, sejumlah analis menilai bahwa aktivasi kode 7700 tidak selalu berkaitan dengan situasi tempur, melainkan bisa dipicu oleh gangguan teknis, masalah sistem avionik, hingga kondisi medis pilot.
Pantauan pada peta lalu lintas udara menunjukkan wilayah tersebut dalam kondisi padat oleh penerbangan sipil. Sementara itu, jalur pesawat tempur tampak menyimpang dari rute normal, mengindikasikan adanya upaya pengalihan darurat (emergency diversion).
Redaksi | Utinews.id













