Utinews.id — Tiga anggota militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam pertempuran yang menjadi bagian dari Operasi Epic Fury. Hingga pukul 09.30 waktu setempat (ET), 1 Maret, lima prajurit lainnya mengalami luka serius.
Laporan resmi militer menyebutkan, “sejumlah personel juga mengalami cedera ringan akibat pecahan peluru dan gegar otak. Mereka saat ini dalam proses pemulihan dan dipersiapkan untuk kembali bertugas.” Kata Komando Pusat AS dalam sebuah pernyataan.
Operasi tempur utama disebut masih terus berlangsung. Pihak militer menegaskan bahwa upaya respons dan pengamanan situasi masih berjalan di tengah kondisi yang dinamis.
“Situasinya masih berubah-ubah,” demikian pernyataan resmi yang dirilis U.S. Central Command, Sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga korban, otoritas militer menyatakan akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat menerima pemberitahuan resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada rincian lebih lanjut mengenai lokasi spesifik pertempuran maupun perkembangan terbaru dari Operasi Epic Fury.
Redaksi | Utinews.id













