Utinews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui informasi terkait gempa bumi Magnitudo 7,7 yang terjadi di barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Senin (8/6/2026). Dalam pembaruan terbaru yang dirilis pukul 07.40 WIB, BMKG menyatakan gelombang tsunami telah terdeteksi berdasarkan pengamatan muka air laut di sejumlah lokasi.
Deteksi tsunami tercatat di:
- Loloda, Halmahera Barat pada pukul 07.20 WIB.
- Melonguane, Kepulauan Talaud pada pukul 07.27 WIB.
- Ulu Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro pada pukul 07.27 WIB.
Pembaruan ini memperkuat peringatan dini tsunami yang sebelumnya dikeluarkan BMKG setelah gempa Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada pukul 06.37 WIB.
Bagi masyarakat di wilayah pesisir Kabupaten Gorontalo Utara dan kawasan pantai Kabupaten Bone Bolango, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Warga diminta menjauhi pantai, muara sungai, serta mengikuti arahan pemerintah daerah, BPBD, TNI-Polri, dan petugas kebencanaan.
BMKG menegaskan bahwa potensi ancaman tsunami masih terus dipantau. Masyarakat diimbau tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari BMKG serta instansi terkait.
Hingga berita ini diturunkan, proses pemantauan muka air laut masih berlangsung dan BMKG akan menyampaikan pembaruan secara berkala sesuai perkembangan di lapangan.
Utinews.id | Ulasan Terkini
Sumber: BMKG, 8 Juni 2026



