Berita  

Dari Gorontalo untuk NTT: Doa Lintas Agama dan Kepedulian Polisi di Tengah Duka Bencana

UTINEWS.ID — Pagi itu, suasana di lingkungan Polresta Gorontalo Kota terasa berbeda. Di tengah rutinitas apel pagi, jajaran kepolisian tidak hanya berdiri dalam satu barisan, tetapi juga menyatukan hati untuk saudara-saudara mereka yang sedang dilanda duka di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Rabu pagi, 19 Agustus 2026, personel Polresta Gorontalo Kota menggelar doa bersama lintas agama sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di NTT.

Kegiatan berlangsung sekitar 30 menit, mulai pukul 07.00 hingga 07.30 WITA. Namun, waktu yang singkat itu menjadi ruang bagi para personel untuk sejenak menghentikan rutinitas dan mengirimkan doa dari Gorontalo untuk mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

Lima tokoh agama hadir dan secara bergantian memimpin doa. Tidak ada sekat ketika doa dipanjatkan. Perbedaan keyakinan justru menjadi warna yang memperlihatkan satu pesan sederhana: penderitaan manusia adalah panggilan bagi manusia lainnya untuk peduli.

Doa dipanjatkan bagi mereka yang kehilangan nyawa agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa. Bagi para penyintas dan keluarga korban, doa dipanjatkan agar diberikan kekuatan, ketabahan, kesehatan, serta kemampuan untuk bangkit kembali.

Para pejabat utama Polresta Gorontalo Kota, Kapolsek jajaran, perwira, bintara hingga ASN mengikuti kegiatan tersebut dengan khidmat.

Bukan Sekadar Doa

Kepedulian itu tidak berhenti pada untaian doa. Usai kegiatan, jajaran Polresta Gorontalo Kota melakukan penggalangan dana dari seluruh personel. Bantuan tersebut nantinya dikumpulkan melalui Polda Gorontalo untuk kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.

Bagi para personel, bantuan mungkin tidak mampu menghapus seluruh luka akibat bencana. Namun, setidaknya menjadi tanda bahwa mereka tidak sendiri.

Sebab di balik angka korban dan berita tentang bencana, ada keluarga yang kehilangan orang tercinta, ada rumah yang rusak, ada kehidupan yang tiba-tiba berubah, dan ada orang-orang yang kini harus berjuang memulai kembali kehidupannya.

Dari Gorontalo, doa dan bantuan itu dikirimkan sebagai pesan persaudaraan.
Bahwa ketika bencana datang dan memisahkan jarak ribuan kilometer, rasa kemanusiaan tetap mampu mendekatkan.
Persaudaraan Melampaui Perbedaan
Doa lintas agama yang digelar Polresta Gorontalo Kota juga menghadirkan pesan penting tentang kerukunan.

Lima tokoh agama berdiri dalam satu ruang, menyampaikan doa dengan cara dan keyakinan masing-masing, tetapi dengan tujuan kemanusiaan yang sama.

Di tengah masyarakat yang beragam, momentum seperti ini menunjukkan bahwa toleransi bukan sekadar slogan. Ia dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana: mendoakan mereka yang sedang berduka, membantu mereka yang membutuhkan, dan hadir ketika sesama sedang menghadapi kesulitan.

Kegiatan berakhir dalam suasana tertib dan khidmat.

Dari bumi Serambi Madinah, doa itu mengalir menuju NTT.

Bukan sekadar doa dari satu institusi kepada korban bencana, tetapi pesan bahwa duka di satu daerah adalah duka bersama, dan kemanusiaan tidak mengenal batas agama, wilayah, maupun jarak.

Redaksi | Utinews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *