UTINEWS.ID — Lagu “Stairway to Heaven” milik Led Zeppelin hingga kini masih dianggap sebagai salah satu karya terbesar dalam sejarah musik rock dunia. Di balik kepopulerannya, tersimpan proses kreatif panjang dan penuh eksplorasi yang melibatkan dua sosok utama band, Jimmy Page dan Robert Plant.
Melansir dari X@RockHistory, lagu ini mulai digarap pada 1970 saat para personel band mengasingkan diri di Bron-Yr-Aur, sebuah kabin terpencil di Wales tanpa listrik. Di tempat sederhana itu, Jimmy Page mulai merangkai petikan gitar akustik pembuka, sementara Robert Plant menulis lirik di dekat perapian.
Proses penyempurnaan lagu kemudian berlanjut pada 1971 di Headley Grange, sebuah rumah tua yang kerap digunakan Led Zeppelin sebagai studio rekaman. Konsep lagu ini dibuat seperti “tangga”, dimulai dari aransemen lembut bernuansa folk, lalu meningkat secara bertahap menjadi komposisi rock epik dengan solo gitar ikonik.
Durasi lagu yang mencapai lebih dari delapan menit serta struktur yang tidak lazim membuat “Stairway to Heaven” tidak pernah dirilis sebagai single. Meski demikian, lagu ini justru menjadi salah satu yang paling sering diputar dan diminta di radio Amerika Serikat selama bertahun-tahun.
Dari sisi lirik, Robert Plant menghadirkan nuansa puitis dan penuh simbol. Ia mengangkat kisah tentang seorang wanita yang percaya bisa “membeli” jalan menuju surga, dengan referensi pada mitologi Kelt, figur May Queen, hingga unsur spiritualitas pribadi. Plant sendiri mengakui bahwa makna lagu ini tidak pernah tunggal dan terus berubah sesuai sudut pandangnya.
Secara live, lagu ini pertama kali dibawakan pada 5 Maret 1971 di Belfast. Awalnya, respons penonton terbilang datar, namun menjelang akhir pertunjukan, antusiasme penonton meningkat drastis. Sejak saat itu, lagu ini kerap menjadi penutup konser mereka.
Di balik kesuksesannya, “Stairway to Heaven” juga sempat diterpa kontroversi. Pada era 1980-an, muncul tudingan dari sejumlah kelompok religius yang menyebut adanya pesan tersembunyi bernuansa satanik jika lagu diputar terbalik. Tuduhan tersebut dibantah oleh band.
Selain itu, Led Zeppelin juga pernah menghadapi gugatan hukum terkait kemiripan bagian intro lagu dengan karya band Spirit. Namun, pengadilan akhirnya memenangkan pihak Led Zeppelin.
Jimmy Page sejak awal meyakini bahwa lagu ini memiliki kekuatan besar. Sementara Robert Plant mengaku memiliki hubungan yang kompleks dengan lagu tersebut, termasuk rasa jenuh karena terlalu sering dibawakan, namun tetap mengakui pengaruh dan kekuatan emosionalnya.
Hingga kini, “Stairway to Heaven” tidak hanya menjadi simbol kejayaan Led Zeppelin, tetapi juga bukti bagaimana musik rock mampu menghadirkan perjalanan emosional yang mendalam bagi pendengarnya.
Redaksi | Utinews.id
Sumber: X@RockHistory





