Berita  

Amelia 17 Tahun dan Kakek Salim 84 Tahun, Dua Generasi Menjemput Panggilan Suci

Utinews.id – Di antara ratusan jemaah haji asal Gorontalo yang berangkat menuju Tanah Suci tahun ini, terselip dua kisah berbeda yang sama-sama menyentuh hati. Satu datang dari sosok remaja 17 tahun yang penuh harapan, satu lagi dari langkah renta seorang kakek 84 tahun yang ditemani kasih sayang anaknya.

Dialah Amelia Zalfa Azara Pahrun, jemaah haji termuda Provinsi Gorontalo yang tergabung dalam Kloter 28 UPG. Di usianya yang masih 17 tahun, Amelia telah menjemput panggilan suci untuk menunaikan rukun Islam kelima.

Remaja asal Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo itu sehari-hari merupakan siswi kelas XI di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia. Tinggal di asrama dan menjalani kehidupan sebagai pelajar tak menghalangi niat besarnya untuk berhaji.

Keberangkatan Amelia ke Tanah Suci juga menyimpan cerita tersendiri. Ia berangkat menggantikan sang ayah dan akan menjalankan ibadah haji bersama ibunya.

“Kalau keinginan berhaji, dari kecil memang sudah ingin,” ungkap Amelia dengan senyum sederhana.

Bagi Amelia, haji bukan hanya perjalanan fisik menuju Makkah, tetapi juga perjalanan batin untuk memperbaiki diri. Ia berharap sepulang dari Tanah Suci dapat menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan bagi orang-orang di sekitarnya.

Di usianya yang masih muda, Amelia juga menitipkan pesan bagi generasi seusianya agar tidak pernah berhenti berdoa dan menunda niat baik.

“Kita tidak pernah tahu kapan Allah akan mengijabah doa kita,” tuturnya.

Di sisi lain, kisah haru juga datang dari Salim Potutu, jemaah haji tertua asal Provinsi Gorontalo yang kini berusia 84 tahun. Di usia senja, Salim berangkat ke Tanah Suci didampingi putranya, Syarif Potutu.

Bagi keluarga mereka, perjalanan haji tahun ini bukan sekadar ibadah, tetapi juga bentuk bakti seorang anak kepada ayahnya.

Syarif sebenarnya sudah mendapat panggilan haji pada tahun lalu. Namun ia memilih menunda keberangkatannya demi menunggu sang ayah agar bisa berangkat bersama.

“Tahun lalu kami sengaja tunda, padahal kami sudah dipanggil. Kami menunggu sampai tahun ini karena ingin mendampingi Ayah,” ujar Syarif dengan mata berkaca-kaca.

Ia menyadari kondisi fisik ayahnya yang tak lagi kuat seperti dulu. Karena itu, ia dan istrinya telah menyiapkan diri untuk mendampingi Salim selama seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Jika kondisi beliau tidak memungkinkan berjalan, saya dan istri sudah berencana menggendong beliau saat tawaf dan sa’i. Kalau tidak memungkinkan, kami akan menggunakan mobil golf. Kami ingin beliau tetap tenang beribadah,” katanya.

Dua kisah ini menjadi potret indah perjalanan haji tahun ini. Dari Amelia yang masih belia hingga Kakek Salim yang telah menua, keduanya dipersatukan oleh panggilan yang sama: memenuhi undangan Allah SWT ke Tanah Suci.

Di antara usia yang terpaut puluhan tahun, tersimpan pesan yang serupa bahwa panggilan haji datang bukan karena usia, melainkan karena kehendak dan rezeki dari Allah SWT.

Bersama jemaah Kloter 28 UPG, Amelia Zalfa Azara Pahrun dan Salim Potutu, Minggu (10/5/2026) Malam berangkat dari Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo menuju Tanah Suci melalui Embakasi Makassar (UPG).

Redaksi | Utinews.id
Sumber: gorontalo.haji.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *