Utinews.id – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat memberi sambutan pada peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5/2026) kemarin, memicu gelombang tanggapan dari nitizen Gorontalo di media sosial.
Kolom komentar unggahan tiktok.com/@utinews.official tentang kunjungan dan pernyataan Presiden dipenuhi laporan warga yang mengaku sekolah mereka belum menerima program tersebut.
Komentar datang dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, SLB, hingga mahasiswa dan kampus kesehatan. Banyak akun menandai langsung nama Presiden dan meminta agar sekolah mereka ikut mendapat distribusi MBG.
Beberapa komentar yang ramai dibagikan antara lain:
“SDN 11 Limboto belum ada pak”
“SMP 4 Kwandang belum ada pak”
“SDN 59 Kota Timur blm pernah dpt MBG”
“SDN 22 Paguyaman belum ada pak”
“Pak SMA 1 Dungaliyo pak belum”
“SD LAB UNG pak belum ada”
“Pak Poltekkes olo😀”
“Pak yg kuliah olo uti”
“SD SLB Kota Gorontalo”
Tak hanya sekolah umum, laporan juga datang dari wilayah pelosok dan sekolah berbasis keagamaan maupun pendidikan khusus. Beberapa nitizen bahkan menuliskan lokasi detail sekolah mereka agar lebih mudah diperhatikan pemerintah.
Ada pula komentar bernada harapan dan dukungan kepada Presiden. Salah satu akun menulis:
“SD Negeri 3 Bulango Selatan udah ada pak enak banget MBG-nya 🙏🥺🥰”
Sementara akun lain berharap program itu bisa menjangkau seluruh daerah secara merata.
Fenomena ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap program MBG yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Namun di sisi lain, banjir komentar tersebut juga memperlihatkan masih adanya sekolah dan lembaga pendidikan yang merasa belum tersentuh program tersebut.
Daftar sekolah yang disebut nitizen cukup beragam, di antaranya SDN 2 Suwawa Tengah, SDN 90 Sipatana, SDN 13 Dulupi, SDN 13 Bone Pantai, SDN 10 Sumalata, MIN 1 Limboto, SMP 6 Wonosari, SMP Muhammadiyah Tilango, hingga SMA 3 Gorut.
Bahkan mahasiswa dan institusi pendidikan tinggi ikut disebut dalam komentar, seperti Poltekkes dan lingkungan kampus UNG. Hal itu memunculkan diskusi baru di media sosial mengenai apakah program MBG nantinya juga dapat menjangkau mahasiswa.
Di tengah ramainya komentar tersebut, sebagian warga meminta pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan pendataan ulang agar distribusi program MBG bisa lebih merata, terutama untuk sekolah-sekolah di wilayah pinggiran dan pedesaan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi terkait daftar sekolah penerima terbaru maupun tahapan distribusi MBG di seluruh wilayah Gorontalo.
Redaksi | Utinews.id
▶️Tonton video lengkapnya sekarang! https://vt.tiktok.com/ZS935PK2q/













