Utinews.id – Jemaah haji pria Kloter 28 UPG terlihat sudah mengenakan pakaian ihram sejak berada di Embarkasi Haji Antara (EHA) Gorontalo saat berangkat menuju Embarkasi Makassar (UPG), Minggu (10/5/2026) malam.
Kebijakan penggunaan ihram sejak dari embarkasi dilakukan sebagai tindak lanjut instruksi Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi bagi jemaah gelombang kedua yang akan mendarat di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.
Sebelumnya, Kepala Bidang Bina Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Gorontalo, H. Syafwan Ekie, telah menyampaikan ketentuan tersebut saat agenda pembinaan Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) Kloter 28 UPG di Aula Muzdalifah Asrama Haji Gorontalo.
Pakaian ihram sendiri merupakan pakaian khusus yang dikenakan umat Islam saat memasuki keadaan suci untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah. Bagi laki-laki, ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan yang melambangkan kesederhanaan dan kesetaraan di hadapan Allah SWT.
Kebijakan penggunaan ihram sejak embarkasi sebenarnya telah diterapkan dalam beberapa musim haji terakhir, khususnya bagi jemaah gelombang kedua.
Pada musim haji 2024 dan 2025, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi juga telah mengimbau jemaah mengenakan ihram sejak dari asrama haji karena miqat dilakukan saat pesawat melintasi wilayah Yalamlam sebelum tiba di Jeddah.
Sementara pada musim haji 2026, ketentuan tersebut kembali diperkuat melalui Surat Sosialisasi Penggunaan Kain Ihram dan Ketentuan Bawaan Jemaah Nomor S-96/BN/2026 yang diterbitkan pada 5 Mei 2026.
Kloter 28 UPG sendiri membawa sebanyak 393 jemaah asal Gorontalo yang diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Embarkasi Makassar (UPG).
Redaksi | Utinews.id













