Berita  

Hari Buku Nasional: Membaca Sejak Dini Dinilai Penting untuk Bentuk Cara Berpikir Anak

UTINEWS.ID – Di tengah derasnya arus media sosial dan penggunaan gadget pada anak, kebiasaan membaca buku dinilai semakin penting untuk mendukung perkembangan kemampuan berpikir, emosi, hingga kreativitas anak sejak usia dini.

Momentum Hari Buku Nasional yang diperingati setiap 17 Mei menjadi pengingat bahwa budaya membaca bukan sekadar aktivitas akademik, tetapi bagian penting dalam membentuk karakter dan cara berpikir generasi muda.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa membaca buku secara rutin memiliki dampak besar terhadap perkembangan otak anak. Selain membantu kemampuan bahasa dan literasi, membaca juga dinilai mampu meningkatkan konsentrasi, daya ingat, imajinasi, hingga kemampuan memahami emosi.

Penelitian yang dipublikasikan melalui Journal Central Publisher menyebutkan bahwa membaca buku dapat membantu mengoptimalkan perkembangan otak anak dan meningkatkan kecerdasan serta kreativitas mereka. Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya stimulasi membaca sejak usia dini.

Sementara studi lain terhadap anak usia 5–6 tahun menemukan bahwa kegiatan membaca interaktif mampu meningkatkan kemampuan membaca awal anak secara signifikan, dari sekitar 65 persen menjadi lebih dari 92 persen.

Menurut UNESCO, kemampuan membaca memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan cara berpikir anak karena membantu mereka memahami bahasa, melatih fokus, meningkatkan pemahaman, dan membangun kemampuan memecahkan masalah.

Pakar pendidikan anak, Maria Montessori, pernah menyatakan bahwa:

“Anak-anak belajar melalui pengalaman. Membaca membuka pintu pengalaman yang tidak terbatas.” dikutip utinews.id, Minggu, (17/5/2026).

Sementara psikolog perkembangan anak Jean Piaget menilai stimulasi sejak dini sangat penting dalam membentuk perkembangan kognitif anak, termasuk melalui aktivitas membaca dan interaksi dengan lingkungan.
Di era digital saat ini, tantangan terbesar budaya membaca adalah meningkatnya ketergantungan anak terhadap layar gadget dan video pendek. Banyak anak lebih akrab dengan media hiburan digital dibanding buku bacaan.

Padahal, menurut para ahli, membaca tidak hanya membantu kemampuan akademik, tetapi juga melatih empati, kesabaran, imajinasi, dan kemampuan berpikir kritis anak.

Membacakan cerita sebelum tidur, menyediakan sudut baca di rumah, hingga memberi contoh kebiasaan membaca dari orang tua dinilai menjadi langkah sederhana namun penting untuk membangun budaya literasi anak.

Selain itu, memilih buku sesuai usia dan minat anak juga dianggap mampu membuat kegiatan membaca terasa lebih menyenangkan.

Di tengah dunia yang semakin cepat dan penuh distraksi digital, kebiasaan membaca buku diyakini tetap menjadi salah satu cara terbaik membantu anak memahami dunia — sekaligus memahami dirinya sendiri.

Redaksi | Utinews.id
Sumber: www.unesco.org, centralpublisher.co.id, journal.universitaspahlawan.ac.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *