Berita  

Menikmati Libur Panjang di Alam Terbuka, Waspadai Bahaya Petir: Belajar dari Tragedi Waduk Buladu

UTINEWS.ID – Libur panjang menjadi momen yang dinanti banyak orang untuk menikmati waktu bersama keluarga dan sahabat. Pantai, perbukitan, lokasi camping, hingga area pemancingan ramai dikunjungi warga yang ingin menikmati suasana alam terbuka.

Namun di balik keindahan alam dan suasana liburan, ada ancaman cuaca ekstrem yang kerap datang tanpa diduga. Hujan deras disertai kilat dan petir dapat berubah menjadi petaka jika kewaspadaan diabaikan.

Peristiwa tragis yang terjadi di Waduk Buladu, Kota Gorontalo, menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan ketika cuaca mulai memburuk.

Maisir Rawani Bahu (49), warga Kelurahan Tamulabutao 2, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersambar petir saat memancing di area waduk Kelurahan Buladu, Kecamatan Kota Barat, Kamis (14/5/2026) sore.

Berdasarkan informasi Basarnas, korban ditemukan usai cuaca buruk disertai hujan dan petir melanda kawasan tersebut. Seorang saksi mata yang berada di lokasi mengaku melihat langsung korban diduga tersambar petir.

Peristiwa tersebut menyisakan duka sekaligus menjadi pelajaran penting bahwa suara guntur dan langit gelap tidak boleh dianggap sepele.

Sementara itu, BMKG sebelumnya telah mengeluarkan prakiraan cuaca di wilayah Gorontalo pada 14–17 Mei 2026 yang didominasi kondisi berawan hingga potensi hujan ringan sampai lebat disertai kilat atau petir pada siang, sore, hingga malam hari.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di wilayah Kabupaten Pohuwato, Kabupaten Boalemo, Kabupaten Gorontalo, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Bone Bolango.

Alam Terbuka Menjadi Area Rawan Saat Cuaca Buruk

Saat musim liburan, banyak masyarakat memilih mendirikan tenda di area perbukitan, tepi pantai, maupun kawasan terbuka lainnya. Padahal lokasi seperti lapangan, waduk, dan pesisir pantai termasuk area yang rentan terhadap sambaran petir.

Petir cenderung menyambar objek paling tinggi atau area terbuka tanpa pelindung. Karena itu, masyarakat diimbau segera mencari tempat aman ketika mendengar suara guntur atau melihat kilatan cahaya di langit.

Berteduh di bawah pohon besar juga tidak dianjurkan karena pohon tinggi justru sering menjadi sasaran sambaran petir.

Hindari Aktivitas Air dan Peralatan Logam

Aktivitas memancing, berenang, maupun bermain air saat cuaca mulai memburuk sebaiknya segera dihentikan. Air merupakan penghantar listrik yang sangat baik sehingga dapat memperbesar risiko fatal ketika terjadi sambaran petir.

Penggunaan benda logam di area terbuka juga perlu diwaspadai. Pengendara motor maupun warga yang berada dekat tiang listrik, pagar besi, dan menara disarankan segera menjauh saat hujan petir terjadi.

Keselamatan Harus Menjadi Prioritas

Jika terjebak di area terbuka dan sulit menemukan tempat berlindung, posisi yang dianjurkan adalah jongkok dengan kaki rapat dan kepala menunduk. Hindari rebahan di tanah karena aliran listrik dari sambaran petir dapat merambat melalui permukaan tanah.

Masyarakat juga diimbau rutin memantau informasi prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan wisata atau aktivitas luar ruangan selama libur panjang berlangsung.

BMKG memprakirakan potensi hujan disertai kilat atau petir masih dapat terjadi di sejumlah wilayah Gorontalo dalam beberapa hari ke depan. Karena itu, masyarakat yang berencana melakukan aktivitas luar ruangan, camping, maupun wisata alam diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Tragedi di Waduk Buladu menjadi pengingat bahwa menikmati alam tetap membutuhkan kewaspadaan. Liburan yang menyenangkan tentu akan lebih berarti ketika keselamatan tetap menjadi prioritas utama.

Redaksi | Utinews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *