Utinews.id – Kabar duka mengenai musisi asal Gorontalo, Bona Paputungan, mulai beredar di media sosial dan sejumlah grup WhatsApp, Sabtu (31/10/2026).
Bona Paputungan dikenal luas melalui lagu fenomenal berjudul Andai Aku Jadi Gayus Tambunan, yang sempat menjadi perbincangan nasional karena kritik sosialnya terhadap praktik ketidakadilan hukum di Indonesia.
Salah satu unggahan yang menarik perhatian datang dari akun Facebook N. Syamsu Panna. Dalam unggahannya, ia menuliskan pesan perpisahan:
“Selamat jalan, Sobat…. Kami milik Allah dan kepada-Nya kami akan kembali. Semoga Allah mengampuni kita dan mengampuni kita.”
Unggahan tersebut turut menyertakan tagar #bonapaputungan dan foto Bona ketika sedang bernyanyi.
N. Syamsu Panna diketahui merupakan teman sekaligus sutradara video klip lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan yang dinyanyikan Bona Paputungan.
Selain unggahan tersebut, informasi mengenai kabar meninggalnya Bona juga beredar melalui grup WhatsApp. Salah satunya berasal dari akun DulDulwahab yang menyampaikan pesan:
“Telah Meninggal dunia hari ini di Sunter Jakarta Utara BONA PAPUTUNGAN.
Mhn dimaafkan atas segala khilaf.”
Sementara itu, unggahan lain datang dari akun Facebook Silvana Paputungan yang menyebut Bona sebagai sepupunya.
Dalam unggahannya, Silvana menuliskan ungkapan belasungkawa:
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Torang p sepupu Bona Paputungan, meninggal dunia hari ini Jakarta.
Semoga amal ibadah Almarhum diterima di sisi Allah SWT. Hari ini 50 hari p papa e.”
Ungkapan tersebut semakin menambah perhatian publik terhadap kabar duka yang beredar, terutama di kalangan masyarakat Gorontalo.
Bona Paputungan dikenal publik nasional melalui lagu Andai Aku Jadi Gayus Tambunan, sebuah karya musik yang pernah menjadi fenomena karena mengangkat kritik terhadap persoalan hukum dan ketidakadilan di Indonesia.
Lagu tersebut tidak hanya mengangkat nama Bona sebagai musisi, tetapi juga menjadi salah satu karya musik kritik sosial yang membekas dalam ingatan publik.
Hingga berita ini disusun, redaksi Utinews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi lebih lanjut mengenai waktu, penyebab meninggal dunia, serta informasi pemakaman Bona Paputungan dari pihak keluarga.
Kepergian Bona, apabila telah terkonfirmasi secara resmi, tentu menjadi kehilangan bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat yang mengenal perjalanan serta karya-karyanya.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Redaksi | Utinews.id













