Berita  

“Maunya Kangkung”: Cerita Polos Siswa SD di Bone Bolango Saat Menu MBG Dibagikan

Utinews.id – Suasana makan bersama di SD Negeri 3 Kabila, Kabupaten Bone Bolango, Senin, 11 Mei 2026, mendadak riuh oleh suara anak-anak yang saling bersahutan di dalam kelas.

Di atas meja mereka, kotak-kotak Makan Bergizi Gratis (MBG) baru saja dibagikan. Isinya sederhana, nasi, ayam nugget, tahu, serta sayuran berupa selada dan ketimun.

Namun, di tengah suasana makan siang itu, beberapa siswa terlihat memisahkan sayuran dari wadah makan mereka. Potongan selada dan ketimun perlahan dikumpulkan menjadi satu karena tidak disentuh oleh para siswa.

Momen itu kemudian direkam dalam sebuah video yang belakangan viral di media sosial.

Dalam video tersebut, wali kelas 3, Wanti Tangahu, mencoba mencairkan suasana sambil memberi edukasi kepada murid-muridnya. Dengan nada santai dan penuh candaan, ia menegur para siswa yang enggan memakan sayur.

“Bagaimana kalian mau bergizi kalau sayur tidak dimakan, kalian maunya apa?” tanya Wanti kepada murid-muridnya.

Belum selesai kalimat itu, jawaban polos para siswa langsung terdengar kompak.

“Maunya kangkung!”
Jawaban spontan juga polos itu langsung memancing tawa di dalam kelas.

Bagi sebagian masyarakat Gorontalo, kangkung memang bukan sekadar sayur biasa. Menu itu sudah lama akrab di meja makan keluarga dan menjadi salah satu sayuran favorit anak-anak.

Wanti menjelaskan, sebagian siswa memang belum terbiasa mengonsumsi selada maupun ketimun dalam menu sekolah. Anak-anak lebih menyukai makanan yang sehari-hari mereka temui di rumah.

“Kalau kangkung mereka lebih suka karena memang sering dimakan di rumah. Jadi lebih familiar di lidah anak-anak,” ujar Wanti.

Meski begitu, ia tetap berusaha mengarahkan para siswa agar tidak membuang makanan dan mulai belajar mencoba berbagai jenis sayur sedikit demi sedikit.

Menurutnya, edukasi soal makanan bergizi kepada anak-anak memang tidak selalu mudah. Apalagi ketika menu yang diberikan berbeda dengan kebiasaan makan mereka sehari-hari.

Dalam video tersebut, Wanti juga terdengar beberapa kali melontarkan kalimat lucu kepada siswa. Candaan itu sengaja dilakukan agar suasana makan bersama tetap hangat dan anak-anak tidak merasa malu.

“Supaya mereka lebih santai dan semangat makan bersama,” katanya.
Pihak sekolah mengaku kejadian siswa memilih-milih makanan bukan pertama kali terjadi. Beberapa kali sebelumnya, masih ada siswa yang enggan menghabiskan jenis sayur tertentu.

Karena itu, sekolah turut menyampaikan evaluasi kepada penyedia MBG agar menu yang diberikan tetap bergizi namun lebih dekat dengan kebiasaan makan lokal anak-anak.

Bagi Wanti, tujuan utama program MBG tetap sangat baik, yakni membantu pemenuhan gizi siswa sekolah. Ia berharap masyarakat tidak hanya melihat sisi viral video tersebut, tetapi juga memahami proses adaptasi anak-anak terhadap pola makan sehat.
“Anak-anak tetap harus belajar makan makanan bergizi dan jangan terlalu pilih-pilih makanan karena itu penting untuk kesehatan dan pertumbuhan mereka,” tutupnya.

Redaksi | Utinews.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *