Utinews.id – Nama Josepha Alexandra, siswi kelas XI SMA Negeri 1 Pontianak, menjadi sorotan publik usai keberaniannya memprotes keputusan juri dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Josepha dianggap berani menyuarakan dan mempertahankan jawaban yang diyakininya benar saat perlombaan berlangsung. Sikapnya tersebut menuai simpati luas dari masyarakat hingga mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional termasuk Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, SH.
Dalam pernyataan resmi di akun Instagram, H. M. Rifqi yang Alumni SMA Negeri 1 Pontianak ini mengaku telah menghubungi langsung Josepha Alexandra untuk menyampaikan permintaan maaf atas polemik yang terjadi dalam perlombaan tersebut.
“Saya tadi siang sudah menelpon Josepha Alexandra, siswi SMA Negeri 1 Pontianak, almamater saya, yang ikut Final Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR RI Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Saya sampaikan permohonan maaf kepada Josepha atas nama Anggota MPR RI,” demikian pernyataan di akun IG@bang.rifqi.mrk, dikutip utinews.id.
Josepha juga diundang untuk datang ke Jakarta memenuhi undangan MPR RI. Sebagai bentuk apresiasi, ia bahkan ditawari beasiswa S1 ke Tiongkok lengkap dengan peluang ikatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Josepha adalah contoh anak didik kita yang berani menyuarakan dan mempertahankan kebenaran, kita harus mendukungnya,” lanjut pernyataan itu.
Kronologi Awal Polemik LCC 4 Pilar MPR RI
Kontroversi bermula saat Final LCC 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat berlangsung dan mempertemukan sejumlah sekolah unggulan, termasuk tim dari SMA Negeri 1 Pontianak.
Dalam salah satu sesi, tim SMAN 1 Pontianak menjawab pertanyaan terkait mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Namun jawaban mereka dinyatakan salah oleh dewan juri sehingga tim mendapat pengurangan poin.
Tak lama kemudian, tim lain memberikan jawaban yang dinilai publik memiliki substansi serupa, namun justru dianggap benar oleh juri dan memperoleh poin penuh. Perbedaan penilaian inilah yang memicu protes dari Josepha Alexandra.
Video momen Josepha mempertahankan jawabannya kemudian viral di berbagai platform media sosial. Banyak netizen menilai siswi tersebut menunjukkan keberanian, keteguhan, dan integritas dalam memperjuangkan kebenaran di forum resmi.
Sejumlah pihak turut memberikan dukungan, termasuk Ketua Fraksi Partai Gerindra MPR RI, Habiburokhman, yang mengapresiasi keberanian Josepha dalam mengkritisi keputusan juri. Ia juga meminta adanya evaluasi terhadap penyelenggaraan lomba tersebut.
Sementara itu, Josepha diketahui berangkat ke Jakarta didampingi Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak Indang Maryati, Wakil Kepala Sekolah bidang Humas Rio Pratama, serta guru pembimbingnya.
Redaksi | Utinews.id













