Utinews.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo mencatat pertumbuhan ekonomi Gorontalo pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai 7,68 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Angka tersebut menjadi capaian tertinggi dalam beberapa tahun terakhir sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,61 persen.
Berdasarkan data BPS yang dirilis,Selasa (5/5/2026), besaran Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Gorontalo atas dasar harga berlaku pada Triwulan I-2026 mencapai Rp15,789 triliun. Sementara atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp9,100 triliun.
Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor Pertambangan dan Penggalian yang melonjak hingga 31,34 persen. Sedangkan dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen Ekspor Barang dan Jasa yang tumbuh sebesar 21,77 persen.
Selain tumbuh secara tahunan, ekonomi Gorontalo juga mengalami pertumbuhan sebesar 1,59 persen dibanding triwulan sebelumnya (quarter-to-quarter / q-to-q).
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut positif capaian tersebut. Ia menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi menjadi indikator bahwa arah pembangunan daerah mulai menunjukkan hasil.
“Alhamdulillah Berita Resmi Statistik sudah keluar yang menempatkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Gorontalo triwulan I 2026 di angka 7,68 persen. Hasil ini perlu disyukuri dan menggembirakan untuk kita semua,” kata Gusnar, dilansir berita.gorontalopemrov.go.id,Kamis (7/5/2026), dikutip utinews.id.
Menurut Gusnar, capaian tersebut menunjukkan Provinsi Gorontalo berada di jalur yang tepat dalam mewujudkan visi “Gorontalo Maju dan Sejahtera”.
BPS juga mencatat struktur ekonomi Gorontalo masih didominasi sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan dengan kontribusi sebesar 36,46 persen dari sisi produksi. Sedangkan dari sisi pengeluaran, Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga masih menjadi penopang utama dengan kontribusi mencapai 61,48 persen.
Di sisi lain, sektor industri pengolahan mulai menunjukkan pertumbuhan signifikan. Data BPS memperlihatkan industri pengolahan tumbuh 29,34 persen secara tahunan, menandakan mulai meningkatnya aktivitas hilirisasi dan pengolahan komoditas di daerah.
Lonjakan pertumbuhan ekonomi Gorontalo tidak terlepas dari meningkatnya aktivitas ekspor dan geliat sektor pertambangan dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, pertumbuhan ekonomi Gorontalo disebut menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Sulawesi pada awal 2026.
Meski demikian, tantangan tetap membayangi. Ketergantungan terhadap sektor primer seperti pertanian dan pertambangan dinilai masih cukup besar. Pemerintah daerah juga diingatkan untuk menjaga stabilitas inflasi, memperkuat investasi produktif, serta memastikan pertumbuhan ekonomi berdampak langsung terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
Data BPS sebelumnya menunjukkan tren pertumbuhan ekonomi Gorontalo terus mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Pada Triwulan I-2024, ekonomi Gorontalo tumbuh 4,49 persen, kemudian meningkat menjadi 6,07 persen pada Triwulan I-2025, dan kini menembus 7,68 persen pada Triwulan I-2026.
Redaksi : Utinews.id
Sumber: BPS/berita.gorontalopemprov.go.id













